Terpopuler  
  Terkini  
  Arsip  

Download

Agenda

Selasa, 23 Oktober 2012 - 11:09:27 WIB
Adab Menyembelih Hewan Qurban
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Agama - Dibaca: 2178 kali

Sebentar lagi, umat Islam akan menyongsong Hari Raya Idul Adha yang diikuti dengan ibadah penyembelihan hewan S kurban. Demikian sempurnanya Islam sehingga dalam menyembelih hewan pun, tidak terlepas dari adab sebagaimana berikut ini.

1.  Hendaknya yang menyembelih adalah shahibul kurban (yang berkurban) sendiri jika dia mampu. Jika ia tidak mampu, boleh diwakilkan kepada orang lain, dan shahibul kurban tetap disyariatkan untuk ikut menyaksikan.

  1. Gunakan pisau yang tajam; semakin tajam, semakin baik. Syaddad bin Aus radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan (baik) dalam segala hal. Jika kalian membunuh, bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya." (H.R. Muslim)
  2. Tidak mengasah pisau di hadapan hewan yang akan disembelih karena akan membuat hewan itu ketakutan sebelum disembelih. Berdasarkan hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk mengasah pisau tanpa memperlihatkannya kepada hewan. (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah). Dalam riwayat yang lain, Rasulullah saw. pernah melewati seseorang yang meletakkan kakinya di leher kambing, kemudian dia menajamkan pisaunya, sementara hewan itu melihatnya. Beliau lalu bersabda, "Mengapa tidak kau tajamkan pisau itu sebelumnya? Apakah kau ingin menyembelihnya dua kali?" (H.R. At-Tabrani dengan sanad sahih)
  3. Menghadapkan hewan ke arah kiblat. Disebutkan dalam Mausu'ah Fiqhiyah bahwa hewan yang hendak disembelih dihadapkan ke kiblat pada bagian yang akan disembelih (lehernya), bukan wajahnya, karena itulah arah untuk mendekatkan diri kepada Allah. (Mausu'ah Fiqhiyah Kuwaitiyah, 21: 196). Dengan demikian, cara yang tepat untuk menghadapkan hewan ke arah kiblat ketika menyembelih adalah dengan memosisikan kepala di selatan, kaki di barat, dan leher menghadap ke barat.
  4. Membaringkan hewan pada lambung kiri. Imam An-Nawawi mengatakan, ada beberapa hadis tentang membaringkan hewan (tidak disembelih dalam keadaan berdiri) dan kaum muslimin juga bersepakat dalam hal ini. Para ulama bersepakat bahwa cara membaringkan hewan yang benar adalah ke arah kiri karena akan memudahkan penyembelih untuk memotong hewan dengan tangan kanan dan memegangi leher dengan tangan kiri. (Mausu'ah Fiqhiyah Kuwaitiyah, 21: 197). Penjelasan yang sama juga disampaikan oleh Syekh Ibnu Utsaimin. Ia mengatakan, "Hewan yang hendak disembelih dibaringkan ke kiri sehingga memudahkan bagi orang yang menyembelih. Karena penyembelih akan memotong hewan dengan tangan kanan sehingga hewannya dibaringkan pada lambung kiri.” (Syarhul Mumthi', 7: 442).
  5. Meletakkan kaki di leher hewan. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, “Rasulullah saw. berkurban dengan dua ekor domba. Aku lihat beliau meletakkan meletakkan kakinya di leher hewan tersebut kemudian membaca basmalah.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
  6. Ucapan ketika hendak menyembelih. Beberapa saat sebelum menyembelih, harus mengucapkan basmalah. Hukumnya wajib, demikian menurut pendapat yang kuat. Allah berfirman, “Janganlah kamu memakan hewan yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan semacam itu adalah suatu kefasikan.” (Q.S. Al-An'am: 121)
  7. Dianjurkan untuk bertakbir setelah membaca basmalah. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah menyembelih dua ekor domba bertanduk. Beliau menyembelih dengan tangannya dan membaca basmalah serta bertakbir.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
  8. Pada saat menyembelih, dianjurkan menyebut nama orang yang menjadi tujuan dikurbankannya hewan tersebut. Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa pada suatu ketika, didatangkan seekor domba. Nabi saw. kemudian menyembelihnya. Ketika menyembelih, beliau mengucapkan, “Bismillah wallaahu akbar, ini kurban atas namaku dan atas nama orang yang tidak [mampu] berkurban dari umatku."(H.R. Abu Daud dan At-Tirmizi, disahihkan oleh Al-Albani) Setelah mengucapkan “bismillah wallahu akbar,” dibolehkan juga apabila disertai dengan ucapan “hadza minka wa laka," (H.R. Abu Daud, no. 2795) atau “hadza minka wa laka 'anni” atau “'an Fulan” (disebutkan nama shahibul kurban) jika yang menyembelih bukan shahibul kurban. Dibolehkan pula berdoa agar Allah menerima kurban dari shahibul kurban dengan doa, "Allahumma taqabbal minni” atau “min Fulan” (disebutkan nama shahibul kurban). Ucapan takbir dan penyebutan nama shahibul kurban hukumnya sunah, sehingga kurban tetap sah meskipun tidak membaca takbir dan menyebut nama shahibul kurban ketika menyembelih.
  9. Menyembelih dengan cepat untuk meringankan penderitaan hewan kurban.
  10. Memastikan bagian tenggorokan, kerongkongan, dan kedua urat leher (kanan dan kiri) telah terpotong. Syekh Abdul Aziz bin Baz menyebutkan bahwa penyembelihan yang sesuai dengan syariat harus memenuhi tiga kondisi (dinukil dari Salatul Idain karya Syekh Sa'id Al-Qahthani). Pertama, terputusnya tenggorokan, kerongkongan, dan kedua urat leher. Ini adalah kondisi yang paling baik, dan jika terpenuhi, sembelihannya halal menurut semua ulama. Kedua, terputusnya tenggorokan, kerongkongan, dan salah satu urat leher. Sembelihannya benar dan halal, meskipun kondisi ini derajatnya di bawah kondisi yang pertama. Ketiga, terputusnya tenggorokan dan kerongkongan saja, tetapi kedua urat leher belum terputus. Status sembelihannya sah dan halal menurut sebagian ulama yang pendapatnya lebih kuat dalam masalah ini. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Selama mengalirkan darah dan telah disebut nama Allah, maka makanlah, asalkan tidak menggunakan gigi dan kuku." (H.R. Bukhari dan Muslim)
  11. Beberapa orang ulama menganjurkan agar membiarkan kaki kanan hewan bergerak, sehingga hewan lebih cepat meregang nyawa. Imam An-Nawawi mengatakan, "Dianjurkan untuk membaringkan sapi dan kambing ke arah kiri.” Al-Baghawi dan ulama-ulama Mazhab Syafi'i mengatakan, "Kaki kanannya dibiarkan.” (Al-Majmu 'Syarh Muhadzab, 8: 408)
  12. Tidak boleh mematahkan leher sebelum hewan benar¬benar mati. Para ulama menegaskan bahwa perbuatan ini hukumnya makruh karena akan menambah rasa sakit hewan. Demikian pula dengan mengulitinya, memasukkannya ke dalam air panas, dan semacamnya. Semua itu tidak boleh dilakukan kecuali setelah dipastikan bahwa hewan itu benar-benar telah mati. Dinyatakan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah  bahwa para ulama menegaskan makruhnya memutus kepala [hewan] dengan sengaja ketika menyembelih. Khalil bin Ishaq dalam Mukhtasar-nya untuk Fikih Maliki ketika menyebutkan hal¬hal yang dimakruhkan pada saat menyembelih, beliau mengatakan, "Di antara yang dimakruhkan adalah memutus kepala [hewan] dengan sengaja." (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 93893) Pendapat yang kuat mengatakan bahwa hewan yang kepalanya terputus ketika disembelih hukumnya halal. Imam Al-Mawardi—salah satu ulama Mazhab Syafi'i—mengatakan, "Diriwayatkan dari Imran bin Husain radhiyallahu 'anhu bahwa beliau ditanya tentang menyembelih burung sampai terputus lehernya. Beliau menjawab, 'boleh dimakan.'" Imam Syafi'i mengatakan, "Jika ada orang yang menyembelih kemudian memutus kepala [hewan sembelihan]nya, status [hewan] sembelihannya sah." (Al-Hawi Al-Kabir, 15: 224). (Dikutip dari www.konsultasisyariat.com)


76 Komentar :

Obat Tradisional Penyakit Gagal Ginjal
13 November 2012 - 22:43:44 WIB

nice infonya.
Jelly Gamat Luxor
16 November 2012 - 21:33:49 WIB

ikutan nyimak.
Software Toko Program Kasir Terbaik
17 November 2012 - 10:07:29 WIB

Ajaran Islam memang is the best...
Tips Kesehatan
20 November 2012 - 18:52:44 WIB

Sangat menarik. jika ingin membaca cerita-cerita lucu silahkan kunjungi http://goo.gl/SwV5q
Cara Cepat Hamil
04 Desember 2012 - 09:42:10 WIB

Artikel yang sangat bermanfaat....
obat stroke herbal
13 Desember 2012 - 17:55:15 WIB

cara-cara ini memang harus selalu di lakukan dalam penyembelihan sapi qurban.....
Tricajus
17 Desember 2012 - 23:50:20 WIB

jarang2 yang membahas tema ini, makasih untuk infonya!!
Obat Penyakit Kanker Hati
24 Desember 2012 - 08:15:15 WIB

Makasih banyak untuk infonya, sangat bermanfaat.
Khasiat obat herbal Ace Max's
18 Januari 2013 - 07:43:16 WIB

iya itu memang peraturan yang harus ada dalam proses penyembelihan hewan kurban
obat kista
22 Januari 2013 - 23:49:04 WIB

sapinya gemuk-gemuk sekali

http://goo.gl/GPzJf
http://goo.gl/sm7Su
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 8 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kodee diatas)